Laman

Selasa, 13 Maret 2012

Children


Dari setiap kehidupan memiliki arti penting tersendiri, dimana didalamnyya terletak arti penting yang bisa dijadikan pelajaran bagi pemiliknya. Dilihat dari segi pengalaman hidup, alur hidupku memang sedikit rumit, kadang bahagia dan kadang mengecewakan. Perkenalkan aku adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang bisa dikatakan mampu, sebut saja nama ku koko. Yupz massa kecil adalah massa bahagia setiap orang pun bisa mengetahuinya. Sesuatu memory yang ku ingat disaat ku masih berumur 7 thn adalah ketika aku pertama kali sekolah, dimana aku bertemu dengan orang-orang yang tidak kukenal semuanya. Jujur sih walau aku semangat pada waktu itu tapi aku merasa gugup, mungkin itu semua disebabkan karena aku belum siap atau dikarenakan itu waktu pertama kalinya aku masuk sekolah, jadinya aku gugup gak karu-karuan. Dihari selanjutnya akupun mulai bisa membaur dan mendapatkan teman yang cukup banyak, Diantaranya ada temanku yang berkelakuan cukup aneh bahakan ada juga yang kegemarannya buang hajat didalam celana, tapi maklumlah namanya juga masih kanak-kanak banyak sesuatu yang cukup mengherankan dan menjijikan. Aku masih ingat ketika waktu jam pelajaran berjalan salah seorang temanku berkata kepadaku bahwa iya ingin buang hajat tapi ia malu untuk minta izin kepada guru, lalu aku katakan kepadanya " apa harus aku yang
memintakan izin untuk mu " dia menjawab "gak usah, ini udah agak mendingan kok" dengan wajah sedikit malu. Tak lama kemudian kelas kami gempar dikarenakan sesuatu, yaitu bau yang gak bersahabat, akupun mampu menebaknya pasti itu semua berasal dari teman sebangku ku, ternyata semua tebakanku benar, itu semua terlihat dari wajah temanku yang pucat karena menahan malu. Hari demi haripun berlalu dan sudah waktunya aku disunat, sejujurnya ini adalah masa-masa dimana seorang anak kecil bertarung melawan rasa takutnya dan mencoba berteman dengan rasa keberanian. Ketika aku sampai ditempat sunatan masal, aku dan ayahku pun duduk menunggu antrian. Tak lama terdengar suara teriakan, ternyata suara itu berasal dari teman sekolahku. Dia berlari dari dokter yang akan menyunatnya tadi, karena kejadian tadi rasatakutkupun semakin bertambah, tapi aku coba untuk berani dan melawan rasa takutku. Akhirnya tiba waktuku untuk disunat, ketika kulangkahkan kakiku dan kurebahkan badanku di ranjang dokterpun menyuntikan obat bius kepadaku, taklama kemudian akupun terlelap, sebagian tubuhku berkeringat dan akupun merasakan ketika itu tangan ku memegang erat tangan ayahku. Tak lama ketika aku sadar ternyata aku sudah sampai dirumah, pikirku disunat itu tidak sakit, tapi ternyata tebakanku itu semua salah, ketika obat biusnya habis aku mulai merasakan kesakitan yang begitu hebat, akupun terus menangis dan menjerit menahan rasa sakit yang kualami pada saat itu. Seiring waktu berjalan ayah dan ibuku membuat acara di rumah kami, banyak orang pada saat itu berdatangan dan yang lebih pentingnya lagi padaa saat itu setiap orang yang datang pasti memberikan amplop yang berisikan uang, betapa bahagianya pada waktu itu seakan rasa sakit yang kualami buyar dan hilang. Yang terpenting dari setiap usaha itu pasti membuahkan hasil, tak peduli sebesar apa rasa sakit yang kau alami bila kau tetap berusaha dan terus berjuang maka kau akan mencapai kesuksesan dan kebahagian , dan jangan biarkan rasa taku itu menghiasi dan melekat didalam hatimu lawanlah dan usirlah dia dari hatimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar